Tuesday, August 07, 2007

OR alias Operation Room

senin siang kemarin akhirnya kaki gw benar2 memasuki OR, setelah menunggu beberapa jam. ternyata rasa menunggu penentuan nasib itu lumayan membuat tangan dan kaki kesemutan.
pas stlh selesai sholat dzuhur gw dipanggil perawatnya. akhirnya saat itu datang juga. masuk gw ke ruang ganti, dan siap2 berbaring di tempat tidur. saat itulah gw tahu bhw gw akan dibius total. serem juga membayangkannya.

kejadian itu benar2 sm kayak di film2. deretan lampu dan suara roda menuju OR. orang2 tak dikenal bermasker, bergantian meraba payudara gw, menusuk nadi utk infus, mengecek
tensi. badan gw benar2 dingin, tangan gemetar. takut akan hasil yg didapat saat operasi nanti. tangan terasa ngilu dan akhirnya gw terlelap tidur. bius sudah bekerja.

tiba2 gw mendengar suara ramai, para perawat coba membangunkan gw. walau masih setengah sadar, gw langsung tanya apa benjolan gw jinak. dan alhamdulilah jawaban yg keluar dari mulut mereka membuat hati ini tenang.

gw dibawa ke ruang rawat sementara. ruangan berisi 4 orang, 2 berkasus sama spt gw, 1 leukemia, 1 sdg cuci darah. kepala masih terasa oleng dan payudara mulai terasa nyut2, mengingat obat bius mulai menguap.

setelah krg lebih 2 jam dan kaki sudah cukup kokoh utk berdiri, akhirnya kami beranjak pulang ke rumah. masih ngeri, takut, dan ngilu melihat perban tebal yang menutup payudara kiri gw.

oh Tuhan, payudara gw skrg benar2 sudah tidak orisinil :(

Sunday, August 05, 2007

risau

jujur skrg gw agak segan dan jengah melihat payudara gw. takut pada apa yang akan terjadi besok. apa gw akan melanjutkan masa depan dengan 2 payudara komplit atau tidak? entah apa yang harus gw pikirkan sekarang. harusnya gw santai dan tenang menghadapi ini? atau memang sudah sewajarnya sedih dan takut?

Saturday, August 04, 2007

dag dig dut

pagi ini gw kembali ke dharmais, mau ke dokter bedah tumor a.k.a onkologis. selama 3 kali ke sana, gw selalu menyambangi toiletnya untuk buang hajat. mungkinkah itu salah satu bentuk stress gw? entahlah. tapi yg pasti entah kenapa hati gw terasa dag dig dut tiap menginjakkan kaki di sana. kali ini gw gak hanya ditemain bokap, tapi juga nyokap.

setelah menunggu 1,5 jam, akhirnya masuklah kami ke ruang pak onko yg ternyata saudara jauh. di sinilah akhirnya terungkap rahasia besar gw dari nyokap, bahwasanya gw merokok ;D setelah meraba2 dada gw sambil berbisik meminta gw utk benar2 berhenti merokok, minum alkohol, dan makan daging, pak onko menjelaskan lebih lanjut ttg benjolan itu. katanya, jenis benjolan itu dibagi dua, padat dan cair (kista). demikian juga sifatnya, jinak dan galak. utk kasus gw, benjolannya itu campuran padat dan cair (kista) dan sifatnya blm diketahui dgn jelas. mengingat gw masuk kategori bahaya, yaitu berumur 30 tahun dan belum menikah, maka pengobatan harus dilakukan secepatnya.

selama penjelasan itu perasaan gw benar2 ngambang. gak tau harus merasa takut, deg2an, atau panik. yg pasti gw sedih. pak onko minta gw dateng hari senin, utk biopsi dan kemungkinan terburuknya operasi lebih luas, jika saat itu ditemukan bhw benjolan ini meluas. tadi gw langsung dites darah dan ronsen dada.

semua benar2 terjadi dengan cepat. saat gw di-USG, gw sudah merasa tenang, karena sang radiolog bilang bhw itu hanya kista. tapi sekarang stlh ketemu pak onko, hati gw kembali dag dig dut. apalagi dia bilang bahwa ini bisa berbahaya. apa dia bilang itu ke semua pasiennya agar waspada dan tdk menyepelekan benjolan di payudaranya seperti yang banyak dilakukan para wanita? semoga memang itu alasannya.

Wednesday, August 01, 2007

baso = kista = nikah

daripada nunggu lab USG rs permata yg baru bisa hari kamis dan buat kepala pusing tujuh keliling, akhirnya gw memutuskan ke rs dharmais tadi pagi, ditemani bokap. menurut info dari seorang mas2, sebaiknya dtg pagi karena kalau terlalu siang sudah mengantri lama. gak nyangka ternyata penyakit kanker sdh jd trend. alhasil kita smp di dharmais jam 8, dan benar ternyata masih sepi walau tetap harus nunggu.

setelah diperiksa sm dokter spesial, gw disuruh nunggu utk USG. hati agak deg2an. setelah masuk dan diraba2 sm USG, sang dokter dgn tenangnya bilang "oh ternyata kista mbak. gpp kok." alhamdulilaaaaaah... Tuhan benar2 sayang sm gw. kalimat itu langsung diikuti "makanya cepat2 kawin mbak". gw langsung ketawa, sarannya benar2 persis seperti saran bokap saat dia tahu ada benjolan di payudara gw. takut kali ye anaknya gak dikawinin kalau ada apa2, hehehe...

sekarang sih hati sdh sedikit lega, walau keputusan pastinya baru bisa didapat hari jumat nanti, berikut pengobatannya. tapi apa pun itu, gw yakin Tuhan akan selalu sayang sm gw :)