Sunday, February 25, 2007

kekuatan pelaminan

tadi siang gw baru menghadiri pernikahan salah satu sobat di sebuah gereja. selain ini pengalaman pertama gw datang ke pemberkatan pernikahan, boleh dibilang ini satu2nya pernikahan yang bener2 buat air mata gw menetes gak berhenti.

3 minggu lalu sobat gw ini tiba2 telp dan bilang bahwa dia mau nikah. sontak gw kaget dan respon yang pertama kluar dari mulut gw adalah, "buntingin anak orang lo?" hehehehe... ternyata kedua calon mertuanya sedang sakit keras dan salah satu keinginan sang ibu adalah melihat pernikahan satu dari 3 putrinya yg semuanya masih lajang. mengharukan...

saat gw mengikuti seremoni pernikahannya yang lumayan panjang, terasa sekali aura kesedihan dan kegembiraan yang bercampur baur. ini sebuah pernikahan yang memang sepantasnya disambut dengan suka cita, tapi saat lo masuk dan melihat kedua orangtua mempelai wanita terbaring tak berdaya di tempat tidur, petugas paramedis di mana-mana, 2 ambulans siaga di luar, sukacita itu langsung berubah menjadi iba. hati gw semakin disiksa saat kedua mempelai minta doa restu kepada kedua orangtua diiringi lagu2 bertema ibu. pernikahan terasa lebih syahdu. gw dan teman di samping sibuk menyeka air di pipi. manusia memang paling jago mendramatisir sesuatu. bung raam benar2 berhasil.

saat mengikuti upacara itu, gw sempat berkata pada teman gw, "ternyata orangtua gak minta titel tinggi2 atau gaji selangit. permintaan mereka simpel. melihat sang anak bersanding di pelaminan." niat mereka yg begitu keras untuk melihat sang anak bersanding mengalahkan rasa sakit yang mereka rasakan. walau sang ibu terpaksa harus kembali ke rumah sakit sebelum seremoni berakhir. kekuatan pelaminan memang luar biasa!

Monday, February 12, 2007

pasrah

cape rasanya miliki rasa gagal. semua usaha daya upaya kembali sia-sia. kembali harus menjadi tegar, kuat, dan nrimo. nasyib ya nasyib... apa gw salah ya kalau gw merasa kurang beruntung dan tidak pernah berhasil? harapan dan keinginan hampir tidak pernah terealisasi. sejauh ini gw hanya menjalani hidup gw, tanpa pernah merasa berhasil atas apa yang gw rasakan, atau merasa menang atas kesuksesan yang gw capai. apa itu manusiawi ya? gak pernah puas atas apa yang gw miliki. tapi keinginan gw simpel kok, cuma pengen sekolah, cuma pengen pindah bagian supaya pekerjaan terasa lebih menantang, cuma pengen dan cuma pengen.... dan akhirnya kembali berakhir menjadi "cuma pengen". pasrah lagi pasrah lagi, phuiffh... kata yang simpel tapi melelahkan.

Tuesday, February 06, 2007

ojek pribadi

di musim banjir 5 tahunan ini, banyak orang dapat pengalaman baru, ada yang buruk, baik, ataupun setengah buruk. dan gw cukup beruntung bisa melakukan hal baru yang hampir tidak pernah gw lakukan sebelumnya, bisa dianggap pengalaman baru lha. mungkin bagi sepertiga penduduk jakarta itu biasa, tapi bagi gw, itu lumayan menjadi pengalaman yang lucu :) demi menghindar banjir yang menggenangi sebagian tanah jakarta dan macet yang pastinya bersinomim dengan kata banjir, 2 hari ini gw ke kantor dianter sama tukang ojek pribadi gw, my beloved daddy, hehehehe...

senyum dan ketawa gak berhenti terbentuk di bibir gw tiap bokap sok2-an menyalip mobil2 dan motor2 yang bejubel memenuhi jalan. kasihan dengan kaki bokap yang terpaksa menahan motor dan berat bodi gw yang gak ringan ini saat jalanan tertutup rapat oleh macet. sekarang gw tahu bagaimana rasanya disemprot asap bus2 keparat.

paling kocak adalah saat bokap menjemput dan menunggu gw di depan kantor, berkumpul bersama ojek2 pribadi dan swasta lainnya, lengkap dengan jaket kulit ducatti oranye menyala (cocoknya sih ditemani dgn motor gagah ducatti, tapi apa daya itu gak bisa dikredit, heheheh....) dan helm kuli basa-basi berwarna putih.

yah itung2 menambah jam terbang lha, pap. sekarang kan jd semakin terlatih tuh menunggangi motor mininya lengkap dengan keranjangnya saat belanja ke pasar. kayak2nya sih besok bokap dah kapok nih anter-jemput gw ke kantor lagi. duh, gw naik apa ya besok?

Monday, February 05, 2007

lubang tikus

siang itu tiba2 gw tersentak di lubang tikus gw. sejauh-jauhnya dan sedalam-dalamnya gw ngumpet, ternyata lubang itu tetap kurang jauh dan dalam. terlalu pengecut untuk keluar, terlalu nyaman untuk ditinggalkan...