kalau hati gw bisa berteriak sekarang,
dia mungkin akan mengeluarkan suara yang paling keras
kalau kepala gw bisa mengeluarkan isinya,
dia pasti akan memenuhi semua lubang yang ada
kalau mata gw bisa menguras airnya,
dia pasti akan membuat tanah tandus menjadi gembur
kalau mulut gw bisa bercerita
dia akan menghasilkan berbab-bab buku
tapi gw hanya manusia, wanita tepatnya, apa pun itu artinya
akhirnya yg bisa gw lakukan adalah menutup hati gw, menundukkan kepala gw, memejamkan mata gw, dan mengunci mulut gw
menjalani hidup layaknya manusia, wanita tepatnya, yg normal...
Showing posts with label contemplating. Show all posts
Showing posts with label contemplating. Show all posts
Monday, January 21, 2008
Tuesday, January 08, 2008
sang libra
maafkan telah menyakiti banyak hati. begitu fokus dan egois pada perasaan sendiri. begitu labil. terlalu takut untuk mencinta dan tak mampu tulus & ikhlas.
tenggelam dalam air. terasa sesak tapi menenangkan. pemandangan laut berawan biru cerah menjadi teman tidur. membuat kantuk itu akhirnya datang.
mata tak lagi berisi air. mulut tak mampu bersuara. jantung berhenti berdegup. hati lelah merasa.
sendiri. akhirnya menjadi pilihan.
tenggelam dalam air. terasa sesak tapi menenangkan. pemandangan laut berawan biru cerah menjadi teman tidur. membuat kantuk itu akhirnya datang.
mata tak lagi berisi air. mulut tak mampu bersuara. jantung berhenti berdegup. hati lelah merasa.
sendiri. akhirnya menjadi pilihan.
Saturday, January 05, 2008
lajang
berakhir lajang di umur 30 ternyata sulit. apalagi jika karirnya pun biasa2 aja. kesulitan pertama adalah 80% dari teman2 semasa SMA dan kuliah yang biasanya 24-7 siap diajak nongkrong sudah sibuk mengurus anak pertama, kedua, atau bahkan ketiga, atau hanya sekadar mengeloni pasangannya. kedua, umur tentu saja menentukan kelompok teman di kantor. pastinya curhatnya gak jauh2 dari trik2 menghadapi kehamilan & kelahiran, baby-sitter yg gak betah, premi asuransi pendidikan yang mahal, dllsbgnya. belum lagi undangan pnikahan yang tiap minggu minimal 2 bh beredar saat bulan baik. dan gongnya adalah rasa iba yg timbul saat melihat kedua orangtua. membayangkan kepusingan yang mereka rasakan krn anak gadisnya yang menua msh melajang. merasa bersalah karena boro2 kasih cucu, kasih mantu aja blum mampu.
alasan2nya sebetulnya klasik. tapi kalau itu terjadi pada diri kita sendiri, ternyata gak hanya klasik tapi juga memusingkan.
mungkin banyak wanita lajang mengaku bahagia atau baik2 aja. gw sendiri kalau ditanya bahagia atau tidak, gak tau harus menjawab apa. kalau ditanya ini pilihan atau tidak, gw makin pusing.
sejak dulu gw memang tidak pernah berniat menikah muda. tapi jg tdk pernah berniat melajang smp umur 30. tapi mungkin dalam perjalannya, karena terlalu fokus utk tdk menikah muda, sgala tindak-tanduk gw menyebabkan gw berakhir di titik ini (*utk saat ini* boleh dong sedikit optimis ;p)
yg pasti tidak hanya menikah yang butuh keberanian, tapi juga melajang. didukung dengan usaha keras dan kesadaran diri. jalan hidup tiap orang berbeda. yang bagus untuk si A belum tentu yang terbaik utk gw. stiap orang punya "waktu"-nya sendiri. spt kata seorang sahabat, "semua akan indah pada saatnya". yah semoga saat itu akan datang... apa pun itu... ;)
alasan2nya sebetulnya klasik. tapi kalau itu terjadi pada diri kita sendiri, ternyata gak hanya klasik tapi juga memusingkan.
mungkin banyak wanita lajang mengaku bahagia atau baik2 aja. gw sendiri kalau ditanya bahagia atau tidak, gak tau harus menjawab apa. kalau ditanya ini pilihan atau tidak, gw makin pusing.
sejak dulu gw memang tidak pernah berniat menikah muda. tapi jg tdk pernah berniat melajang smp umur 30. tapi mungkin dalam perjalannya, karena terlalu fokus utk tdk menikah muda, sgala tindak-tanduk gw menyebabkan gw berakhir di titik ini (*utk saat ini* boleh dong sedikit optimis ;p)
yg pasti tidak hanya menikah yang butuh keberanian, tapi juga melajang. didukung dengan usaha keras dan kesadaran diri. jalan hidup tiap orang berbeda. yang bagus untuk si A belum tentu yang terbaik utk gw. stiap orang punya "waktu"-nya sendiri. spt kata seorang sahabat, "semua akan indah pada saatnya". yah semoga saat itu akan datang... apa pun itu... ;)
Monday, May 28, 2007
ngaca!
apa sih yang lo cari dalam hidup lo sar? sampai ujung jurang pun, lo gak akan temukan apa yang namanya sempurna. cuma Tuhan yang punya itu.
lo akan berakhir mati membeku sendiri kalau tiap hadapi hal yang lo anggap cacat itu buat lo berhenti dan mundur teratur. kapan lo mau maju dan membabat semua keraguan lo itu?!
sampai mampus juga lo gak akan menemukan kesempurnaan itu! saatnya lo terima dan hidup dengan itu!
sadar, eling, bangun, buka mata lo!!
dan yg pasti, ngaca!
lo akan berakhir mati membeku sendiri kalau tiap hadapi hal yang lo anggap cacat itu buat lo berhenti dan mundur teratur. kapan lo mau maju dan membabat semua keraguan lo itu?!
sampai mampus juga lo gak akan menemukan kesempurnaan itu! saatnya lo terima dan hidup dengan itu!
sadar, eling, bangun, buka mata lo!!
dan yg pasti, ngaca!
Sunday, February 25, 2007
kekuatan pelaminan
tadi siang gw baru menghadiri pernikahan salah satu sobat di sebuah gereja. selain ini pengalaman pertama gw datang ke pemberkatan pernikahan, boleh dibilang ini satu2nya pernikahan yang bener2 buat air mata gw menetes gak berhenti.
3 minggu lalu sobat gw ini tiba2 telp dan bilang bahwa dia mau nikah. sontak gw kaget dan respon yang pertama kluar dari mulut gw adalah, "buntingin anak orang lo?" hehehehe... ternyata kedua calon mertuanya sedang sakit keras dan salah satu keinginan sang ibu adalah melihat pernikahan satu dari 3 putrinya yg semuanya masih lajang. mengharukan...
saat gw mengikuti seremoni pernikahannya yang lumayan panjang, terasa sekali aura kesedihan dan kegembiraan yang bercampur baur. ini sebuah pernikahan yang memang sepantasnya disambut dengan suka cita, tapi saat lo masuk dan melihat kedua orangtua mempelai wanita terbaring tak berdaya di tempat tidur, petugas paramedis di mana-mana, 2 ambulans siaga di luar, sukacita itu langsung berubah menjadi iba. hati gw semakin disiksa saat kedua mempelai minta doa restu kepada kedua orangtua diiringi lagu2 bertema ibu. pernikahan terasa lebih syahdu. gw dan teman di samping sibuk menyeka air di pipi. manusia memang paling jago mendramatisir sesuatu. bung raam benar2 berhasil.
saat mengikuti upacara itu, gw sempat berkata pada teman gw, "ternyata orangtua gak minta titel tinggi2 atau gaji selangit. permintaan mereka simpel. melihat sang anak bersanding di pelaminan." niat mereka yg begitu keras untuk melihat sang anak bersanding mengalahkan rasa sakit yang mereka rasakan. walau sang ibu terpaksa harus kembali ke rumah sakit sebelum seremoni berakhir. kekuatan pelaminan memang luar biasa!
3 minggu lalu sobat gw ini tiba2 telp dan bilang bahwa dia mau nikah. sontak gw kaget dan respon yang pertama kluar dari mulut gw adalah, "buntingin anak orang lo?" hehehehe... ternyata kedua calon mertuanya sedang sakit keras dan salah satu keinginan sang ibu adalah melihat pernikahan satu dari 3 putrinya yg semuanya masih lajang. mengharukan...
saat gw mengikuti seremoni pernikahannya yang lumayan panjang, terasa sekali aura kesedihan dan kegembiraan yang bercampur baur. ini sebuah pernikahan yang memang sepantasnya disambut dengan suka cita, tapi saat lo masuk dan melihat kedua orangtua mempelai wanita terbaring tak berdaya di tempat tidur, petugas paramedis di mana-mana, 2 ambulans siaga di luar, sukacita itu langsung berubah menjadi iba. hati gw semakin disiksa saat kedua mempelai minta doa restu kepada kedua orangtua diiringi lagu2 bertema ibu. pernikahan terasa lebih syahdu. gw dan teman di samping sibuk menyeka air di pipi. manusia memang paling jago mendramatisir sesuatu. bung raam benar2 berhasil.
saat mengikuti upacara itu, gw sempat berkata pada teman gw, "ternyata orangtua gak minta titel tinggi2 atau gaji selangit. permintaan mereka simpel. melihat sang anak bersanding di pelaminan." niat mereka yg begitu keras untuk melihat sang anak bersanding mengalahkan rasa sakit yang mereka rasakan. walau sang ibu terpaksa harus kembali ke rumah sakit sebelum seremoni berakhir. kekuatan pelaminan memang luar biasa!
Wednesday, August 16, 2006
kodok ngorek
tiba2 di list mp3 gw terdengar lagu gending jawa bertajuk "Kodok Ngorek Ktw Laras Maya PI Br (Iringan Pertemuan Mempelai)." gw sampe takjub ngedengernya. mbak inta, lo pengen merit?! hahahhaa.... ;D oke oke, lanjut. tiba2 perasaan itu menyeruak dan memaksa keluar. dulu saat masih muda ;) tiap gw denger lagu itu, gw kangen sm suasana kluarga ngumpul2 saat tante2 ato om2 gw nikah. apalagi saat mbak ida nikah. gw gak tau knp tapi momen itu bener2 membekas di hati gw. gw bener2 suka sama suasana saat itu. berhari2 nginep di rmh eyang gw, sampe buat tenda kemping di halamannya. kluarga besar ngumpul, dari eyang2, tante2, om2, dan sepupu2. mungkin krn saat itu gw msh kecil ya, jd ngumpul sm kluarga rasanya menyenangkan skali.
nah skrg, tepatnya detik ini saat mendengarkan lagu itu, bukan lagi kenangan2 indah saat menghadiri pernikahan yg muncul di lubuk hati gw. bukan lagi keinginan utk berkumpul bsm kluarga meramaikan pernikahan sodara2 gw yg timbul di hati kecil gw. kali ini, setelah sekian lama, akhirnya sesuatu yg selama ini tersimpan aman dan damai di lapisan terdalam perut gw, tiba2 termuntahkan keluar, komplit dgn sgala jeroannya. akhirnya... akhirnya... gw ingin menjadi mempelainya!! bukan lagi tamunya!! hahahhaha... (semoga ini bukan hormon yg berbicara ;D)
entah knp tiap gw denger lagu ini, rasa haru campur biru slalu membekas di hati gw. suasana yg tadinya terdengar hingar bingar langsung terasa sakral begitu lagu ini didendangkan. para sodara dgn seragam kebaya dan beskap komplit dengan blangkonnya sibuk hilir mudik membantu. para among tamu dengan senyum manisnya menyambut para tamu. kedua mempelai diiringi kedua orangtua dan adik-kakaknya tersenyum bahagia berjalan selangkah demi selangkah dgn imutnya sambil mengaitkan kedua jarinya di karpet merah menuju singgasana pelaminannya. para tetamu yg memandang mereka dengan senyum sambil berbisik2, baik memuji atau melecehkan. hidangan makanan yg bertebaran di sana-sini. anak2 kecil yg berlarian dgn lucunya, ada yg berkostum beskap ato jas kecil. oh, indahnya :) lagu itu layaknya sedang mengantarkan kedua mempelai menuju ke tahapan berikut dlm kehidupan mereka. tentunya kehidupan yg lebih baik, hangat, damai, tenteram, dan menjanjikan ;)
oh, hormon. ternyata kekuatanmu memang tiada tandingannya, hehehehe.... ;D
nah skrg, tepatnya detik ini saat mendengarkan lagu itu, bukan lagi kenangan2 indah saat menghadiri pernikahan yg muncul di lubuk hati gw. bukan lagi keinginan utk berkumpul bsm kluarga meramaikan pernikahan sodara2 gw yg timbul di hati kecil gw. kali ini, setelah sekian lama, akhirnya sesuatu yg selama ini tersimpan aman dan damai di lapisan terdalam perut gw, tiba2 termuntahkan keluar, komplit dgn sgala jeroannya. akhirnya... akhirnya... gw ingin menjadi mempelainya!! bukan lagi tamunya!! hahahhaha... (semoga ini bukan hormon yg berbicara ;D)
entah knp tiap gw denger lagu ini, rasa haru campur biru slalu membekas di hati gw. suasana yg tadinya terdengar hingar bingar langsung terasa sakral begitu lagu ini didendangkan. para sodara dgn seragam kebaya dan beskap komplit dengan blangkonnya sibuk hilir mudik membantu. para among tamu dengan senyum manisnya menyambut para tamu. kedua mempelai diiringi kedua orangtua dan adik-kakaknya tersenyum bahagia berjalan selangkah demi selangkah dgn imutnya sambil mengaitkan kedua jarinya di karpet merah menuju singgasana pelaminannya. para tetamu yg memandang mereka dengan senyum sambil berbisik2, baik memuji atau melecehkan. hidangan makanan yg bertebaran di sana-sini. anak2 kecil yg berlarian dgn lucunya, ada yg berkostum beskap ato jas kecil. oh, indahnya :) lagu itu layaknya sedang mengantarkan kedua mempelai menuju ke tahapan berikut dlm kehidupan mereka. tentunya kehidupan yg lebih baik, hangat, damai, tenteram, dan menjanjikan ;)
oh, hormon. ternyata kekuatanmu memang tiada tandingannya, hehehehe.... ;D
Monday, June 12, 2006
benteng
ternyata membentengi hati itu lebih gampang daripada membukanya. lo dirikan benteng itu dgn susah payah dari pengalaman pahit dan pemikiran2 sempit lo. tiap kekecewaan dan kesedihan yg lo rasakan terus membuat pondasi benteng itu smakin kuat. begitu fokusnya lo membangun benteng itu agar kokoh, hingga membuat lo lupa membuat pintunya. lupa bahwa isi dari benteng itu sesekali perlu dikunjungi dan ditemani. sibuk membuat benteng itu spy terus kokoh agar isinya pun kuat dan "aman".
tanpa lo sadari, tnyata benteng itu menjadi bumerang bagi diri lo sendiri. lo menyalahkan sang tamu yg tak pernah mencoba masuk ke dalamnya. membenci sang tamu yg tak pernah membawakan "bunga" dan "coklat". menangis dan merenung pun menjadi pelipur lara lo untuk menutupi rasa kesepian lo. menyalahi sang tamu menjadi andalan lo utk mencari pembenaran atas smua tindakan yg lo lakukan. terus menyalahi dan enggan berkaca menjadi alat lo utk bertahan. impian akan gedoran pintu yg menggebu2 dan limpahan "bunga" dan "coklat" pun menjadi teman tidur lo. menunggu dan menunggu. dan ketukan itu pun tak kunjung datang...
hingga akhirnya lo terbangun dan sadar bahwa semua sudah terlambat. terlambat menyadari bahwa gedoran beserta "bunga" dan "coklat" itu tak kunjung datang krn tak ada pintu yg bisa didatangi. sang tamu tak bisa berkunjung krn tak ada pintu yg bisa diketuk, dibuka, dan dimasuki...
benteng yg telah lo bangun dengan susah payah malah membuat isinya lemah
takut untuk merasakan
tak mampu mencintai secara tulus dan tanpa pamrih
dan benteng itu pun membuat isinya mati krn sang tamu akhirnya menyerah utk masuk...
tanpa lo sadari, tnyata benteng itu menjadi bumerang bagi diri lo sendiri. lo menyalahkan sang tamu yg tak pernah mencoba masuk ke dalamnya. membenci sang tamu yg tak pernah membawakan "bunga" dan "coklat". menangis dan merenung pun menjadi pelipur lara lo untuk menutupi rasa kesepian lo. menyalahi sang tamu menjadi andalan lo utk mencari pembenaran atas smua tindakan yg lo lakukan. terus menyalahi dan enggan berkaca menjadi alat lo utk bertahan. impian akan gedoran pintu yg menggebu2 dan limpahan "bunga" dan "coklat" pun menjadi teman tidur lo. menunggu dan menunggu. dan ketukan itu pun tak kunjung datang...
hingga akhirnya lo terbangun dan sadar bahwa semua sudah terlambat. terlambat menyadari bahwa gedoran beserta "bunga" dan "coklat" itu tak kunjung datang krn tak ada pintu yg bisa didatangi. sang tamu tak bisa berkunjung krn tak ada pintu yg bisa diketuk, dibuka, dan dimasuki...
benteng yg telah lo bangun dengan susah payah malah membuat isinya lemah
takut untuk merasakan
tak mampu mencintai secara tulus dan tanpa pamrih
dan benteng itu pun membuat isinya mati krn sang tamu akhirnya menyerah utk masuk...
Subscribe to:
Posts (Atom)